Kata Terakhir dari Rosaliani untuk Rian Epe

Dari Rosaliani untuk Rian Epe

Dirgahayu Indonesia yang ke 70, suara gemuruh bunyi - bunyian dari berbagai alat musik yang ada di Lapangan Upacara Kecamatan Arjasari tak menjadikan hatiku terhibur. Kalau saja aku tidak terpilih untuk menjadi pasukan paskibra , mungkin aku takkan kemana-mana hari itu, aku ingin mengurung diri sendirian di kamar.

Sudah seminggu sikapmu berubah, kadang kutanya apa arti senyuman mu semalam seakan pahit tk semanis dulu, apa arti sikapmu yang kian membeku tak sehangat dulu. Padahal genap sudah setahun kita berpacaran. Saling membagi asa, merangkai cita, dan mengikatkan cinta.

Kasih sayang tulus ini engkau sia-siakan, kau tak mampu menjaga hati mu sehingga lebih memilih untuk memberikan hati mu pada anak baru itu. Apakah aku harus bersedih.?, ternyata tidak, aku sadar Tuhan mengingatkanku kalau ia tidak akan baik dihidupku, kalau ia bukan lelaki yang tepat dihidupku.

Tiada yang aku sesali selain sikapmu yang tak seperti laki-laki, kamu pengecut, km pergi tanpa pesan, kamu pergi tanpa sepatah kata pun. Atau mungkin kamu sadar kamu memang salah.

Tujuan ku saat itu menerima cintamu, agar kita saling berkasih sayang, mengisi kehidupan dan mewarnai langkah dengan penuh makna...... Ku ingin melihatmu bahagia denganku atau dengan yang lain.

Terus terang aku kagum dengan sikapmu yang sudah mencampakanku, aku kagum dengan caramu meninggalkanku. Aku kagum dengan segala yang telah kau lakukan kepadaku. Perlu kamu ingat.... Yang pergi takkan ku cari dan yang hilang biar tertelan gelapnya malam.

Comments

Popular Posts