Gara gara Facebook | Cerpen Lucu Banget

Penulis : Yogi Ginanjar kelas XI IPS 6 di SMAN 1 Banjaran


Facebook mungkin sudah tak asing lagi di kehidupan kita, Dari mulai melek mata sampai merem mata,  tak lupa selalu update status, Lagi makan_lah, Pengen bobo_lah sampai mau kentut juga di updatetin.
Hmmmm sungguh orang-orang Indonesia itu pada aneh, Begitu juga denganku NOB hari-hariku dapat kalian lihat di kronologi id facebook-ku, Kesenangan chating lewat facebook juga yang membuatku lupa waktu, Hingga di marahin ayah karena lupa memberi makan anak anjing kesayangannya “si PUTRI”, Pasti kalian mengira anak anjing itu betina, Eits padahal anak anjing itu Jantan. ya begitulah keluargaku mungkin kalian juga bisa menyimpulkannya.
Hari demi hari tidak pernah lepas dengan namanya facebook mulai update dari “da akumah apa atuh makan bubur juga di sanguan” sampai update tentang pelajaran  yang besok mau di kumpulin,  pada saat online  ada chat dari ADI “tingtung” (suara pesan fb)  ternyata ia memberikann link seorang wanita.
      “Nob nih link wanita madep  tinggal klik aja sama kau”
lalu  aku lihat-lihat di facebook dan aku berkata.
      “Amboeng Ini cewe cantik banget” sambilku menggelengkan kepala.
Tak mau lama-lama aku langsung saja nge add dia dan memfollownya, yang aku rasa” ini cewek gak akan malu-maluin kalo di ajak ke kondangan” aku tersenyum sendiri .
Setiap hari pandangan facebook-ku tak lepas melihat aktivitasnya, Tapi sayangnya dia belum kompirmasi ajakan teman dariku. Ahhhhmmmm terkadang aku merasa sedih, dan untuk mengurangi rasa sedih ,aku tak mau ambil pusing tinggal mainkan youtube dan nonton goyang dumang, Wawwww goyangannya bikinku seeeeerrrrr seeerrraaaannnn sambil aku joget-joget di kasur swallowku sampai aku cape dan tidur tanpa selimut.
Suka mungkin itulah yang sekarang membuatku tersiksa. hari-hariku terkadang jadi berbeda.
 Pagi hari waktunya update status “berangkat sekolah” Walapupun baru bangun jam 3 pagi.
lalu aku berpikir “sekolah itu apa sih?”sekolah inilah yang membuatku tidak megerti kenapa aku harus sekolah. mamaku bilang “sekolah itu adalah pelengkap kehidupan” aku tidak pernah mengerti dengan doktrin yang di berikannya. “bukannya penlengkap kehidupan itu menikah?” benaku berkata. Hingga menikahlah yang ku jadikan cita-cita karena pasti akan tercapai dan pengusahalah yang menjadi cadangannya. sttttttssttt ingat ku kepada vivi si cewek imut di facebook, aduh rasanya gundah gulana yang ku rasakan. Hmmmm ngantuk mulai menyerang lagi karena membayangkan terus wajah vivi walaupun agak lupa. lalu lepsssss tidurlagi.
Alarm handphone jam 6 30 berdering padahal aslinya jam 6 00 karena aku selalu menambahkan 30 menit di jam handphoneku biasalah santai-santai dulu mandi dulu makan dan siap-siap berangkat sekolah. Aduuuuuhhhhhhhh, sialnya aku lupa pada saat kemarin di kelas si adi minjem hp dia bilang
      “Nob kenapa jam kau lebih 30 menit? mbah benerin ya?” sambil ngotak ngatik hp
      “Yuppppp” aku bilang gak sadar karena  ngobrol sama fajar.
Sresetttt aku buru-buru berangkat sekolah tanpa pamit dan tanpa memberi makan anak anjing, emang kalau tergesa-gesa itu tidak baik. soalnya aku nabrak ayam kampong betina punya tetangga dan tak tahu mati atau hidup, tapi pada saat saya melek ke belankang melihat ayamnya seperti yang mabuk, dalam hati hanya bilang innalilahi wainnallillahi roziun aja.
 emang mungkin itu hari sial tetep aja terlambat 20 menit ke sekolah dan harus berhadapan dengan pak Elan, ceritanya aku dan temen yang lainnya di barisin dalam benaku  “kalau siswa yang terlambat kenapa harus di persulit, tak seperti guru yang terlambat kok tidak ada yang piketnya siswa  yang mempersulit guru. dimana letak keadilannya?”
jam 8 20 baru aku boleh masuk ke kelas dan rasanya malunya minta ampun, lalu si adi nanya.
       “Dari mana aja kau?” tersenyum kayak yang senang.
       “Barusan kenalan dulu sama pak elan” aku balik tersenyum.
       “hahahahahhahah” si adi tertawa lepas.
Dalam kesialan pasti ada suatu keberuntungan soalnya gurunya lagi berhalangan masuk, jadi hanya memberikan tugas biasa saja.  allhamdullilh jadi tidak di kepoin sama guru hehehh.
       “Nob gimana si vivi”  Adi memainkan mata.
       “Mantep Di tapi belum di konfir-konfir”  nada suara yang agak kecewa.
seterusnya kita ngobrol sambil mengerjakan tuas dan mendengarkan music “Blink Hip Hip Hura”
3 jam lebih kemudian bel pulang sekolah bordering, ya langsung saja tanccap gas vespa classic ku, lalu sampai di rumah.
 mungkin ini keberuntungan yang kedua di kamar  aku lihat di facebook ternyata vivi sudah mengkonfirmasi permintaan pertemananku. Huuuuuuuhhhhh rasanya hati berbunga-bunga, dari mulai bunga raflesia sampai bunga anggrek.
 saking senangnya  aku mainkan music metal dan joget-joget, geol-geol pantat di depan cemin sambil mengikuti nyanyian music metal walaupun gak ngerti apa artinya. Lalu aku ingat untuk menginbox Vivi
       “Makasih ya sudah di konfir, salam kenal :D” modusssssss modussssss modusssssss.
       “sama-sama, salam kenal juga :D”
Aku bingung mau balas gimana lagi  tapi kakakku bilang wanita itu sukanya pada orang yang membuat penasaran!.
       “Ini siapa ayooooo?” aku teringat dari iklan tengsin.
      “Emangnya ini siapa? :-V “ balasan Vivi mungkin penasaran.
Capcussssssss dia ngerespond langsung saja aku sembriwwwing
      “Masa kamu gak ingat ini kan calon pendamping hidup kamu! :D” pedenya diriku.
      “Ah masa pendamping hidupku anak anjing? :@” dia marah.
Aduh aku lupa belum ganti foto profile facebook, lalu tak lama langsung aku ganti pake fotoku yang ku anggap itu yang paling ganteng, paling kece dan paling gagah, lalu aku inbox lagi Vivi.
     “Tuh itu calon pendampingmu ganteng kan hehheheh:D” sebernarnya serius sih tapi peke hehehhe supaya kalau di sebut jelek tidak terlalu sakitnya tuh disini.
      “hahahhhahah ngaca dong ah  :D” vivi suka mungkin (sebagai laki-laki harus optimis)
dia tertawa berarti dia sudah tertarik padaku, ingat kata-kata kakak saya laki-laki itu harus konsisten.
     “Ah ga perlu ngaca juga aku udah ganteng, kalau ngaca itu berarti orang yang tidak percaya diri:D” Aku berikan kata-kata mutiara padanya ku harap  dia mengerti.
 Padahal aku di kamar juga langsung ngaca dan memberdirikan  rambutku seperti David De Gea, Lalu  terus-terusan kita berdua chating akhirnya sampai jam 10 malam. Karena ngantuk chating mau di lanjutkan besok pulang sekolah. Tadi  kita di chat saling berbagi infomasi tentang diri kita pribadi, tentang kehidupan, hewan peliharaan, sampai ngomongin tentang artis yang dia suka, alhamdullillah sehari chat juga kita langsung akrab.
Besok siang setelah pulang sekolah, aku langsung buka pc dan chating sama Vivi
       “Selamat pagi Vivi?” modus yang kedua.
       “kok pagi sih nob?” ia terheran
       “Ia Pagi dong kan kamu belum mencerahkan hati aku! :P”  padahal siang itu mendung karena musim hujan
      “Ah kamutuh kalo gombal bisa aja”  mungkin hidung dia terbang.
     “Aku ga gombal Vi aku serius!” modus ketiga mulai terlontar.
Gombal yang ketiga ternyata tidak semulus gombal ke dua, ternyata Vivi masih agak canggung dengan chating seperti itu, soalnya dia langsung merubah pokok bahasan ke iklan.
       “Hmmmm, Eh  Nob tau ga, Iklan apa yang paling kamu suka?”
        “Ya tahulah, Kan iklan apa yang aku suka!” aku jadi heran.
       “Hmmmm ia iklan apa yang  kamu Suka Nob?”
       “Kalau aku sukanya iklan rokok, Soalnya pada aneh iklannya tapiiiiii laku di pasaran, kalau kamu Vi?” jawabanku yang tegas.
     “Kalau aku sih sukanya iklan tengsin :D”
      “Kenapa iklan tengsin?” balasanku
      “Soalnya iklan tengsin yang telah membuat hatiku berbunga-bunga “D :P”
Aduh ternyata Vivi juga suka gombal, ga nyangka akan jadi saling gombal hingga teruus-terusan.
seminggu kemudian…… tengan malam yang cerah dengan bintang, Vivi ngajak chating tentang cinta, dalam hatiku berkata”kayaknya ni cewe pengen di tembak” sambilku tersenyum sendiri.
      “Eh Nob  menurutmu cinta itu apa sih?” dia memodus.
     “Menurutku cinta ituuuuuuuuuuuu………,  kamu aja seorang :P :*” di duluan gombal sama aku.
     “Emmmmmpmm,  kamu emang  orangnya romantic ya! aku jadi nyaman lama kelamaan temenan sama kamu” dia memuji kaya yang manja.
      “Eh Vi gimana kalau kita jadian?. Biar ga canggung romantisnya? hheheheh” ku lontarkan tembakan yang setengah-setengah, kenapa pake “heheheh” soalnya kalau ga di terima tak jadi maslah tinggal bilang kan bercanda.
      “Iya Ayo Nob, makasih ya :* :*  :*” balasan Vivi mungkin hatinya berbunga-bunga.
Senang atau sedih itu tak memandang waktu, walaupun tengah malam. aku saking kesenangan loncat-loncat di kasur jogged-jogged dan membanting bantal, selimut, buku pelajaran.
 30  menit kemudian kita chating dengan kata sayang pertama dan mataku muai terserang kantuk (kalo Ayu bilang sepertii zombie ) bagiku inilah romantic.
      “Eh sayang aku sudah ngantuk, dan besok kuotaku habis.jadi kita  smsan ya untuk besok?” aku senang tapi ngantuk mata sudah merem melek.
      “Hmmmm ia sayang siap “ balasanya seperti Polisi Di Net.
      “Eh sayang sekarang kamu pake baju apa?” gombalku.
      “Aku pake baju pink sayang, emang ada apa?” balasannya.
      “kita nanti ketemuan di mimpi sayang, aku yang pake kaos persib kolor hitam!” gombalan terserang kantuk.
      “Hahahhahaah. bisa aja sayangtuh, ia sayang nanti ketemuan muach muach sekarang bobo ya :*” balasannya dengan kata-kata yang lumayan aneh, tapi sayangnya pada saat itu aku sudah tertidur.
pagi hari, aku di bangunkan oleh suara adzan yang membuatku ambil wudhlu dan solat. tak lupa sms Vivi
      “Sayang udah sholat subuh atau masih tidur?” perhatianku.
     “Masih tidur sayang ?” balasan Vivi.
aku gak sadar dia balasnya “masih tidur” jadi aku ga balas smsnya lagi soalnya takut ganggu.
 tapi setelah di pikir-pikir kok yang tidur bisa  balas sms!.
     “Kok masih tidur bisa balas sms sayang? Udah sholat?” aku perhatian lagi.
     “Aku ga sholat sayang, kan sayang yang sms pertamanya udah sholat atau masih tidur?” Balasnnya
      “oh lagi dapet ya sayang? Hmmmm ia maaf sayang! Hehheheh”  Aku Teheran.
     “Gak lagi dapet sayang, aku kan Non Muslim masa aku harus sholat!”balasannya
Aku hanya bisa tercengang saja, tapi tak apa-apalah  cinta jerapah berdeda agama juga heheheh.
      “Hehehehh, ok sayang nanti pulang sekolah di lanjutin smsnya ya! Muach :*” Balasanku.
jam istirahat. di sekolah aku ngobrol sama Adi dan emang bener ternyata dia non muslim , lalu aku cerita tentang aku dan Vivi jadian, Adi hanya tersenyum saja.
Pulang sekolah sebenarnya kuota internetku ga habis, soanya aku maling internet pake injek, ssh, proxyfire, mmd, tak lupa juga pake modem yang LTE biar semakin di depan hehehhe.
 Sekarang aku sengaja ga buka facebook-ku soalnya mau ngehack facebook punya Vivi soalnya banyak cowok yang jadi temannya, jadi sebagai pacar yang baru sehari patut untuk di curigai . akhirnya aku dapet passwordnya “ucingiprit” tak lama-lama langsung ku ubah passwordnya dan facebooknya di hapus permanen. Hehehehh kejamnya diriku.
Aku lihat hp ternyata ada 2 sms dari Vivi yang berisi “sayang!” dua smsnya dan aku bales
      “Maaf ya sayang baru balas, soalnya aku baru berantem sama monster” aku berbohong.
      “Ia sayang gapapa aku juga baru selesai membasmi kejahatan heheheh” dia ngeyel.
      “Hmmmm eh sayang semalam mimpiin kita ketemuan ga?” aku Tanya serius
      “Engga sayang ga mimpi, maaf ya sayang”
       “Kenapa ga ngimpi syang” aku mengeluh
       “Ia maaf sayang, pada saat perjalanan ke tempat ketemuannya aku kecopetan sayang jadi pulang lagi ke rumah hehehhe, kalau sayang mimpi ga?”
       “aku juga ga mimpi ketemuan sayang soalnya pas di jalan mimpi ruang dua, ada razia orang yang mau ketemuan. Jadi ga ketemuan-deh soalnya aku harus sidang di tempat !heheheh” balasanku serius.
Keromantisan hari semakin hari terus berlabuh hingga akhirnya  dia sadar facebooknya hilang dan ku usulkan membuat facebook baru. lalu ia membuat facebook baru dengan foto profil tanggal jadian kita. Seminggu kemudian cinta kita mulai pudar dan sering terjadi percekcokan. Ketemuan itulah jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah, karena agar bisa langsung di mengerti,
Pulang sekolah kita janjian di Masjid Agung Bandung karena Vivi orang Geger Parbol, walaupun cuaca agak mendung.
Aku berangkat dengan vespaku di stopan lampu merah aku tak sadar aku mau kemana! akhirnya aku bertanya kepada polisi.
     “Permisi pak, mau Tanya boleh?” aku bertanya bingung.
     “Boleh ka, mau tanya apa? “ Polisi ramah.
     “Pa tahu ga sekarang saya mau kemana?” aku terheran.
      “Ga tau” POLISI menjawab heran sambil menggaruk kepala.
Lalu datang POLWAN yang cantik.
      “Ada apa de?” tersenyum manis.
Aku teriak “yesssss” karena aku sudah ingat lagi tujuanku bertemu dengan Vivi, karena aku melihat polwan yang cantik dan aku langsung berterimakasih kepada POLWAN tersebut dan mengabaikan POLISI tersebut, karena aku ingat dia yang merajiaku di mimpi. lalu aku berangkat lagi aku lihat keduanya menggeleng-gelengkan kepala.
akhirnya aku sampai ke Masjid Agung Bandung dan parkir vespa di parking area under ground, yang terlihat banyak motor yang berjejer rapi. Setelah itu aku pergi ke atas dan hujan turun dengan lebat  lalu ku ambil hp,  ups batrenya tinggal satu lagi tapi aku sms Vivi dia ga Membalasnya beberapa menit kemudian Vivi menanyakan keberadaanku.
      “Sayang di mana?  aku yang pake baju biru di Mesjid?”
aku heran kok dia bisa masuk masjid apakah ga malu? Dengan tuhannya! Tapi ah itu urusan dia.
      “Ok sayang siap aku kesana pake baju hitam!” balasku.
Aku memasuki Masjid tapi apa daya Masjid itu penuh dengan orang orang yang menjauhi dari hujan, aku bekata dalam hatiku “katanya hujan rezeki tapi pada di jauhi”.
Aku mulai lupa dengan wajah Vivi karena pebuatanku fb-nya di hack, lalu dia membuat fb baru dengan foto-profil tanggal jadian kita.
      ” Aduh gimana nih”  cemas hatiku.
 Tapi aku tak habis akal ku tanyakan kepada semua wanita yang memakai baju biru.
Wanita Pertama “Maaf teh apakah teteh pacar saya?”aku serius.
 dia malah tersenyum sambil menggelengkan kepala
Wanita Kedua “Teh teteh pacar saya bukan?” aku berharap.
      “Bukan!” ia mengelengkan kepala.
Wanita Ketiga “Teh, teteh pacar saya ya?” aku mengedipkan mata.
lalu laki-laki di sebelahnya meletotin aku, hingga aku kabur. tapi sebagai lelaki itu harus konsisten kakak saya yang bilang . aku terus bertanya kepada wanita yang memakai baju biru.
wanita yang ke delapan puluh dua” teh merasa saya pacarnya ga?” aku lelah .
       “Cuuu, kunaon pirakkku Eunih nu tos rea incu pacar ujang?” bergigi ompong.
Aduh dari belakang terlihat Asemelehoy Teryata Zonkkk. Aku lelah dengan semua ini, lalu ku ambil hp yang sudah mati dan mengaktivkannya, ternyata ada pesan dari vivi.
     “sayang aku udah pulang duluan kata mamah anak kucing aku meninggal!”
……… dan leps hpku juga meninggal.
dalam hatiku berkata “sabar,sabar” jam 6  sebentar Lagi Magrib. aku pergi ke parkiran ternyata aku lupa menyimpan motor di sebelah mana.
sejam kemudian aku masih mencari motor dengan kepala yang depresi.
 akhirnya aku punya ide masuk dengan orang yang mau parkir eitsss ketemu juga “ Alhammdullillah Ya Alloh” hatiku gembira.
Akupun pulang, emang kalau apes itu selalu apes aku pulang Di Dayeuh Kolot Kebanjiran mennnn.
Rasanya pengen jedotin aja kepalaku batok motor. Hmmmm terpaksateh harus muter ke Kopo tapi saya lihat di angkot. waaaw Ada Wilda, Emang kalau apes itu harus ada yang beruntungnya hheheh.
tak butuh waktu lama,  aku ajak saja Wilda pulang bareng.
     “Will dari mana kamu?” aku Tanya sambil tersenyum.
     “Dari rumah bibi tapi kebanjiran disini?” ia tersenyum.
     “Kita pulang bareng yu jalan Kopo?”  aku mamainkan mataku.
Wilda menganguk dan naik di vespaku, akhirnya di jalan kita ngobrolin tentang guru yang baik dan yang di anggap galak sambil tertawa-tawa.
tak terasa sudah Di Banjaran Wilda-Pun turun dan memberikan nomor handphone-nya di id cardnya sambil bilang ”makasih” dan dia  dadah padaku. Lalu akupun pulang.
Esok hari ku ajak lagi Vivi ketemuan karena itu hari minggu , aku tak mau muluk-muluk di ajak ketemuan. biar ga susah seperti kemarin, sekarang rencana ketemuan  di Ruang Jaitun Lantai 1 Rumah Sakit Islam Al-Ikhsan ya biarin-lah walaupun dia non muslim juga, sayangnya di tak mau masuk ke ruangannya.
sejam kemudian Vivi sudah di rumah sakit tapi aku masih di rumah dan mempersiapkan,  soalnya kakaku ingin ikut. katanya pengen tau. Kakak yang mengendarai vespa sedangkn aku di boncngnya Di Adetex ada sms Dari Vivi.
      “Sayang cepet ihhh aku udah nunggu di parkiran” mungkin dia kesel.
     “Ia sayang bentar lagi nyampe” balasanku.
lalu aku berkata “Kak cepet dia udah nunnguin di parkiran”
      “Ia, tanyakan pake apa di sebelah mananya?” kata kakakku.
lalu aku sms  Vivi  lagi.
      “Sayang pake apa di parkiranya? dan di sebelah mana?” tanyaku.
      “Pake mobil Nissan Macrh yang warna merah di dekat pintu masuk sayang!”
Lalu kuberi tahu kakaku tapi ia langsung memberhentikan motor.
      “Nob, lu ngaca dong dia pake mobil lu pake vespa, sandal jepit sama kaos persib?”
      “Oh emang beneran aku harus ngaca kak?, dia juga dulu pernah bilang aku harus ngaca, Tapi tak ada apa-apa tetep aja ganteng kak” jawabku
      “MUHUN “kakaku jawab pake bahasa sunda
setelah itu hp-ku di rampas oleh kakakku dan kita pulang lagi ke rumah.
 di rumah aku di suruh diam di ruang tamu sedangkan kakak di kamar , tak seberapa lama dia keluar.
pada saat aku buka facebook-ku ternyata sudah tidak ada!.” Ohhhh noooo kakaku yang ngehack facebooku,” lalu kakakku memberikan hpku, ku lihat Vivi marah  dia bilang.
       “Nob kita putus, kamu ga ngehargai aku banget sih , titik.” Sms terakhir dari Vivi.
aku galau tambah dilemma , galau itu tak mengenal siapapun, kapanpun, dimanapun dan apapun alasannya. Dilemma itu tak memandang usia, tua, muda, remaja kecuali bayi heheh. untuk menghilangkan rasa galau tingkat Provinsi ini dan dilemma tingkat RW,  aku mandi merendem di jolang sambil nyuci piring dan sendok yang ku pakai sendoknya untuk menggaruk tubuhku.
Tapi aku yakin dalam apes itu selalu ada keberuntungan.
3 menit kemudian…….
 Aku ingat id card yang di berikan  Wilda dan aku mulai tersenyum, nyanyi,  joget-joget dan geol-geol pantatku di kamar mandi. hingga cucian piring dan sendok di jolang tumpah semua!.
setelah itu aku ke kamar dan ku ambil hp-ku dan teringat perkataan kakakku ia bilang wanita itu suka pada orang yang membuatnya penasaran lalu ku sms  Wilda.
      “ini siapa ayooooo?”.

Comments

Popular Posts